Selasa, 26 Februari 2019

CERPEN SMA


Cintaku Nyangkut di Angkot
Oleh Indah Sari
Pertama kali aku melihatnya, 16 juli 2012 saat hari pertama masuk sekolah. Sejak pertama kali aku merasakan getar-getar asmara, entah kenapa aku tak menyangka akan menjatuhkan hati padanya. Bisa dibilang pandangan pertama itu tak pernah ada namun sungguh aku mengalaminya. Oh iya , namaku Karina sekarang aku sedang menempuh studi di salah satu Universitas Negeri di Semarang. Itu adalah kisah cintaku sewaktu SMA, kita lanjutkan ceritanya ya!
Pada waktu SMA aku selalu pulang pergi naik angkot, karena memang belum punya SIM kan, jadi tidak sengaja aku bertemu dengan dia juga diangkot. Kebetulan waktu itu satu angkot, awalnya aku hanya diam-diam memperhatikannya. Ternyata setelah beberapa waktu kami sering naik angkot yang sama dan yang lebih membuatku senang yaitu aku mengetahui namanya. Namanya Sam, dia kakak kelasku di SMA dia adalah tipe orang yang cuek, dan pendiam namun entah kenapa orang yang secuek itu bisa meluluhkan hatiku secepat itu, entahlah aku pun juga masih bertanya-tanya sampai sekarang. Berbanding terbalik dengan aku yang selalu rame, dan ramah kepada setiap orang.
Mungkin itu sudah digariskan oleh Tuhan, karena memang tidak ada yang tahu mengenai rahasiaNya. Dari hari ke hari aku semakin terjerat cintanya namun aku hanya sebatas bisa memandangnya. Suatu hari sebelum Ujian Tengah Semester aku bermimpi bahwa Kak Sam datang menghampiriku dan menggandeng tanganku, aku tidak tahu maksud dari mimpiku itu dan aku hanya menganggapnya sebagai bunga tidur saja. Namun yang membuatku sangat terkejut yaitu pada saat Ujian Tengah Semester Kak Sam duduk tepat disebelahku, sungguh tak kusangka. Aku hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata sepatah katapun kepada kak Sam. Memang disekolahku selalu memasangkan adik kelas dan kakak kelas pada saat ujian seperti itu.
Bagaikan mimpi yang menjadi nyata, Marta salah seorang sahabatku bisa merasakan apa yang aku rasakan dan turut berbahagia untukku, namun sayang aku tak mampu menyapa Kak Sam dihari pertama, mungkin karena aku terlalu terkejut atau aku terlalu senang, entahlah?.
Dihari kedua lumayan ada sedikit kemajuan, kak Sam mengajakkku bicara walau hanya sepatah atau dua patah kata namun itu tetap saja kemajuan hahahha. Hari berganti hari kami semakin dekat saja, hingga tak terasa waktu Ujian Tengah Semester sudah berakhir. Namun aku sungguh belum mau berpisah lagi dengan Kak Sam, karena kami baru saja mulai dekat. Aku sungguh sangat sedih, meski aku masih bisa melihatnya namun itu sama sekali berbeda.
Beberapa hari setelah Ujian Tengah Semester aku dikejutkan dengan pesan singkat yang masuk dengan nomor baru, “ Karina? Ini aku Sam” isi pesan singkat itu. Sontak aku terkejut sekaligus bahagia, dan dengan segera aku membalas “ iya, kak! Ada apa?” balasku. Lalu kami saling berbalasan pesan singkat. Mungkin itu memang sudah jalanku untuk bertemu dengan Kak Sam. Semenjak saat itu aku dan Kak Sam sering berkirim pesan singkat dan membuat kami semakin dekat.
Bahkan kami sering janjian untuk berangkat dan pulang bersama “ kamu sudah pulang? Aku tunggu ditempat biasa ya!” pesan dari kak Sam. “ Iya kak, aku lagi jalan kok ditunggu aja ya!” balasku. Sehingga kami bisa pulang bareng deh. Meski begitu kami selalu menjaga jarak saat diangkot, bahkan tidak saling bicara melainkan berkirim pesan singkat karena kami tidak enak dengan teman-teman yang lain. Hal itu berlangsung beberapa bulan dan tetap seperti itu meski kami sudah jadian.
Ngomong-ngomong soal jadian kejadiannya tidak disangka-sangka, pada waktu Ujian Akhir Semester ternyata aku juga masih berpasangan dengan kak Sam. Namun yang berbeda teman-teman sekelasku sudah pada mencurigai ada sesuatu di antara kami begitu juga dengan teman-teman sekelas kak Sam. Kami tetap bersikap seperti biasa hingga salah satu guru pengawas waktu itu Pak Dwi menggodaku dengan kata-katanya. “ Karina mengapa pipimu merah sekali, apa gara-gara kamu grogi?” ujar Pak Dwi. Aku hanya bisa tersenyum, begitu pula dengan Kak Sam dia juga hanya tersenyum. “ ya jelas grogi pak!” ujar salah satu temanku.
Aku tidak menyangka bahwa teman-temanku dan juga Pak Dwi bisa mengetahui hal itu, hingga membuatku sangat malu. Dengan kompak teman-temanku berkata “ehem, cie-cie”. Aduh semakin malu aku dibuatnya. Dan pada waktu yang tidak disangka-sangka itu kak Sam berbisik ditelingaku dan berkata bahwa dia menyukaiku, aku sangat terkejut dan hanya terdiam sambil tersenyum. Aku mencoba kembali fokus untuk mengerjakan soal-soal ujian itu namun tetap saja konsentrasiku buyar oleh kata-kata kak Sam itu.
Selesai ujian kami pulang bersama seperti biasanya hanya saja aku sedikit canggung dan tidak tahu harus berbuat apa, begitu pula dengan kak Sam. Sesungguhnya aku sangat senang dan bahagia karena ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan, yang terjadi justru aku malah bingung harus menjawab apa?.
Barulah keesokan harinya aku menjawab pernyataan kak Sam itu, dan aku memutuskan untuk menerimanya sebagai pacarku. Sungguh aneh bukan kisah cintaku ini, setelah jadian kami juga sering pulang dan berangkat bareng layaknya pasangan pada umumnya. Dan berita kami jadianpun sudah menyebar dan memang tak dapat lagi kami tutup-tutupi, Pak Dwi pun turut memberikan selamat. Karena pertemuan pertama kami diangkot maka aku menyebutnya cinta yang nyangkut diangkot, angkot memberikan kenangan  tersendiri bagiku.
Hubunganku dengan Kak Sam sudah berlangsung kurang lebih satu tahun dan tidak ada halangan yang berarti dalam hubungan kami. Menjelang beberapa hari kami putus aku juga bermimpi bahwa Kak Sam melepaskan tanganku dan mengucapkan selamat tinggal padaku, awalnya sama seperti kejadian itu aku menganggapnya sebagai bunga tidur belaka, namun memang sudah ditakdirkan seperti itu bahwa aku memang harus berpisah dengan Kak Sam.Semenjak Kak Sam lulus dan karena kami memang jarang ketemu akhirnya menimbulkan suatu permasalahan, yaitu jarak. Kak Sam kuliah sedangkan aku masih sekolah di SMA, aku disini dia disana. Memang tidak mudah menjalin hubungan jarak jauh itu.
Dan akhirnya kami memutuskan untuk berpisah  setelah aku lulus SMA, sekarang Kak Sam kuliah di Malang dan Aku di Semarang. Begitulah ternyata semua mimpiku adalah pertanda bagiku, membawa bahagia dan luka. Kata-kata terakhir dari Kak Sam untukku “ aku masih mencintaimu, namun alangkah bahagianya hatiku jika kau selalu dekat denganku, jangan ada rasa sesal dihati karena memang harus begini, tak mungkin kita menjalin hubungan dengan jarak yang terbentang begitu jauhnya. Aku tak ingin kau terluka karena kita tak saling jumpa.”  Itu adalah kata-kata yang selalu terngiang ditelingaku, dan memang semenjak Kak Sam kuliah di Surabaya hingga sekarang dia belum pernah kembali kesini.  Dan memang menetap di sana bersama keluarganya. Meski begitu kenangan bersamanya sungguh berarti, dan akan terkenang dalam hati. Alhamdulillahnya sampai sekarang kami tetap komunikasi dengan baik dan tetap bersilaturrahmi meski kini kami telah memiliki pasangan masing-masing.
ANGKOT  sebagai Filosofi cintaku dan kak Sam
Semarang, 18 Juni 2016
CERPEN INI TELAH DIMUAT DALAM KUMPULAN CERPEN 0100 PENERBIT NC MEDIA




Cerpen tentang berbagi


Bahagia Itu Sederhana
Oleh Indah Sari
            Suatu kebahagiaan terbesar dalam hidupku adalah bisa melihat bahagiamu, aku dan kamu tidak jauh berbeda hanya saja takdir kita yang berbeda. Aku ditakdirkan menjadi anak orang kaya sedang kau tidak, meskipun begitu belum menjadi jaminan jika hidupku penuh kebahagiaan. Justru aku lebih bahagia hidup bersama dengan keluarga sederhanamu. Namun aku tetap bersyukur atas pemberian sang ilahi, dan karena kelebihanku itu aku bisa berbagi dengan sesama tak terkecuali dengan keluargamu. Siska Wijaya adalah namaku, sedangkan Sintia Dewi adalah sahabat sekaligus guru bagiku, kami bertemu tanpa sengaja ya dipertemukan oleh sebuah takdir. Pada saat aku tiba-tiba jatuh pingsan dijalan Sintialah penolongku, semenjak saat itu aku mulai dekat dengan Sintia dan keluarganya.
            Kehidupan keluarga Sintia sangat sederhana bahkan terkadang bisa dibilang kekurangan tetapi, ditengah kondisi mereka yang seperti itu mereka tetap peduli dengan sesama dan tidak mau menutup mata melihat orang lain yang kesusahan. Aku banyak belajar mengenai ketulusan dan kepedulian dari keluarga Sintia, ibu Sintia berkata “ rejeki sudah ada yang mengatur, maka jangan takut jika kamu akan kehabisan rezeki dan tidak ada salahnya kita berbagi kepada sesama J” itu adalah kata-kata yang tak akan pernah aku lupakan.
            Semenjak saat itu aku memutuskan untuk mendirikan sebuah yayasan untuk menampung anak-anak yatim, anak-anak  jalanan dan anak-anak yang putus sekolah. Dalam melakukan hal ini aku tidak sendirian karena aku dibantu oleh Sintia, dan kami  juga dibantu oleh beberapa karyawan dalam mengelola yayasan. Anak-anak tersebut kemudian kami sekolahkan dan kami biayai semua keperluannya hingga mereka bisa hidup dengan mandiri. Aku dan Sintia bagai sosok ibu bagi mereka dan rasanya sangat membahagiakan karena aku merasa memiliki keluarga besar, ya karena aku adalah anak tunggal jadi rasanya berbeda ketika aku dikelilingi oleh banyak banyak itu.
“Bunda, aku sayang bunda!” ujar salah seorang anak asuhku
            “Bunda juga sama kamu sayang!” jawabku
“Kita senang dan beruntung sekali karena kita memiliki dua bunda yang sangat sayang   pada kita!  Benar tidak teman-teman?” ujar salah seorang anak asuhku
“Iya kami setuju!” jawab serentak anak-anak asuhku
Sungguh aku dan Sintia sangat bahagia mendengar perkataan mereka, meskipun kami belum menikah tetapi kami merasa sudah menikah dan memiliki banyak anak. Membahagiakan itu pasti, melihat mereka tumbuh dari hari ke hari, kecerian dan canda tawa mereka selalu mengiringi langkahku dan Sintia. Ternyata apa yang pernah dikatakan oleh ibu Sintia itu benar bahwa rezeki itu sudah ada yang mengatur, dan semua itu sudah terbukti. Semenjak aku dan Sintia mendirikan yayasan semua bisnisku semakin berkembang dan semakin maju sehingga perusahaan bisa menambah karyawan dan bisa membantu menciptakan lapangan pekerjaan. Dari tahun ke tahun perusahaan yang aku jalankan semakin bertambah besar dan menyerap banyak tenaga, dan aku menganggap bahwa itu semua adalah berkah dan kuasa-Nya.
Jika kita dengan tulus dan ikhlas membantu sesama maka suatu saat nanti pasti kita akan mendapatkan hikmahnya, ingat! Bahwasannya didalam apa yang kita miliki (harta)  terdapat hak-hak mereka yang membutuhkan. Oleh karena itu kita harus berbagi dengan apa  yang kita punya. Rezeki itu sudah ada yang mengatur dan tidak mungkin tertukar, mari kawan  berbagi karena berbagi itu indah.











Semarang, 25 April 2016

CERPEN INI MASUK DALAM ANTOLOGI CERPEN INDAHNYA BERBAGI.














           












Minggu, 24 Februari 2019

SINOPSIS NOVEL BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU



Jika perhatian yang diberikan bukan cinta lalu apa?  Aku bahkan kehilangan sesuatu yang bukan milikku.
Kali pertama aku bertanya apa ini takdir?  aku akan jadi milikmu. Namun kali kedua aku menjawab aku menjadi milik yang lain. Aku percaya Tuhan memberikan jodoh yang tak mungkin tertukar. Aku menemukan sosok imamku pada diri Kak Fahri. Sekalipun, Kak Fahri tak pernah melukai hati ini. Dia mencintaiku melebihi cintaku padanya.
        -  Silvia –
Aku tak pernah ragu pada dirimu wahai istriku. Mari kita memulai pernikahan kita dengan saling percaya. Aku akan selalu menjagamu dan mencintaimu apapun yang terjadi.
                                                                               - Fahri-
Aku terlalu pengecut untuk mengatakan aku menginginkannya. Ketika aku menyadari aku mencintainya itu sudah terlambat. Kehilangan begitu menyakitkan aku ingin merebut kembali apa yang telah menjadi milikku. Namun, aku tidak boleh egois karena jika aku mengandalkan keegoisan maka itu bukanlah cinta.
- Andrean-
Kehidupan ini selalu menyimpan banyak misteri. Apa yang kita pikirkan dan harapkan belum tentu akan terwujud, begitulah. Seperti kisah hidupku ini, seseorang yang aku pikir adalah takdirku ternyata dia tidak ditakdirkan untukku,  justru yang terjadi adalah sebaliknya. Cinta ternyata memiliki kekuatan yang luar biasa, cinta yang tulus tidak mudah untuk berubah. Hal itu aku dapatkan dari suamiku, dia mencintaiku sangat mencintaiku. Dia tidak pernah meninggalkan aku dalam keadaan apapun. Aku sadar kehidupan kami tidak luput dari berbagai masalah, namun pada akhirnya kami bisa melewati semua masalah itu. Dan kini kami merasakan kebahagiaan setelah melalui badai kehidupan, “Bagai Hujan di Musim Kemarau”



Novel ini bisa dibeli secara online di beberapa aplikasi antara lain: tokopedia, buka lapak, guepedia.com, Instagram penerbit guepedia, FB penerbit guepedia.com

Banyak pembaca yang setelah membaca novel ini mengatakan bahwa alur ceritanya menarik, bahasanya mudah dipahami, dan katanya penulisnya jahat karena membuat alur cerita yang tarik ulur sehingga membuat pembaca menjadi gemas....... cocok banget nih buat kamu yang suka baca novel. cerita bermula ketika masa kuliah hingga beberapa tahun kemudian. Tentunya bikin greget deh, kalian tahu kan kalau percintaan masa-masa kuliah itu gimana, jelas beda dengan percintaan di masa putih abu-abu tentunya. Boleh banget nih di order ya gaesss!
GUEPEDIA
https://www.guepedia.com/Store/lihat_buku/MTYxOA==
TOKOPEDIA
https://www.tokopedia.com/guepedia/bagai-hujan-di-musim-kemarau
BUKALAPAK
https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/buku/novel/12nwxe9-jual-bagai-hujan-di-musim-kemarau?keyword=
FACEBOOK
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2121145791529323&set=a.1375179096126000&type=3&theater
INSTAGRAM
https://www.instagram.com/p/BspiSh7AAju

penulisnya memang masih baru sih gaess, tapi kini novel keduanya juga dalam proses penerbitan. Pastinya ceritanya tidak kalah menarik dari novel "Bagai Hujan di Musim Kemarau" ini ya gaess. Btw, novel "Bagai Hujan di Musim Kemarau" ini juga di publish di wattpad yah dengan pembaca lebih dari 1000 pembaca. Nah, sekalian promosi novel kedua nih, novel kedua juga dipublish di wattpad dan sudah dibaca lebih dari 64 ribu pembaca.  oke gaess aku rasa cukup dulu ya! jangan lupa yah untuk tetap baca postingan di blog ini. Thanks, and gomawo :)
BAGAI HUJAN DI MUSIM KEMARAU










Selasa, 02 Agustus 2016

Bagaimana caranya
Jiwa ini tanpamu, namun hati ini denganmu
Entah seberapa keras aku mencoba, tuk membencimu
Sungguh tak kuasa hati ini
Sungguhpun engkau sangat melukaiku
Namun apalah daya hati ini tak bisa melepasmu
Bisikkanlah padaku!
Apa yang harus aku perbuat, tuk merelakanmu.



Semarang, 7 juni 2016
‪#‎coretanku‬

MELODI CINTA

Melodi Cinta
Indah Sari
rindu kini menjelma menjadi gejala
duka tak lagi terasa
mampukah kau mendengar mataku
mampukah kau membaca hatiku
rindu kini tak lagi terbaca
oleh indahnya lantunan lahumu.
melodi-melodi cintamu....!!!!!
sudah lama tak terdengar olehku,
hingga rindu menyayat hatiku.




jepara, 22 juli 2016

Selasa, 23 Februari 2016

ANUGERAHMU

Terima kasih tuhan telah mempertemukanku dengan dia
Terima kasih telah memberiku kebahagiaan bersamanya
Walau itu hanya sesaat........

Tuhan sungguh aku mencintainya
Tetapi aku tak akan pernah bisa memilikinya
Aku mengikhlaskannya pergi
Mencari kebahagiaannya...........

Aku rela dan ikhlas melepasnya pergi
Sungguh tuhan.........percayalah padaku
bagiku TULUS tidak mengharapkan balasan
Dan CINTA adalah etika kamu mampu menyayangi seseorang
tanpa pernah berharap perasaaanmu kan terbalas.




#GOMAWO

Minggu, 20 Desember 2015

hujan







         HUJAN

Dalam derasnya hujan aku menangis
Agar tak ada yang melihatku menangis
Aku bersyukur karenanya
Ditengah derasnya hujan tak akan ada yang menyangka
tangisku menderai

Hujan menutupi semua kesedihanku pada malam itu
Tak sedetikpun kau memandangku
Bahkan aku tak berhak berfikir seperti itu
Kau memang bukan milikku

Tapi kau adalah arti penting dalam hidupku
Terima kasih hujan karena telah menghapus lukaku dengan deras airmu
Terima kasih hujan




#fighting